02 Jan 2026
Iran dilanda gelombang unjuk rasa sejak 28 Desember 2025 yang dipicu lonjakan biaya hidup, inflasi tinggi, dan melemahnya perekonomian. Aksi demonstrasi yang bermula di Teheran tersebut kemudian meluas ke sejumlah kota lain, termasuk Mashhad, Isfahan, Lorestan, Khuzestan, Azna, dan Qom. Tekanan ekonomi kian terasa setelah nilai tukar rial terhadap dolar Amerika Serikat anjlok ke level terendah sepanjang sejarah, mencapai 1,42 juta rial per dolar. Kondisi ini memicu kemarahan masyarakat, terutama para pedagang yang mengaku tak lagi mampu bersaing di pasar. Dalam beberapa aksi, pengunjuk rasa dilaporkan merusak gedung pemerintahan, bank, hingga kantor gubernur, yang kemudian dibalas aparat dengan gas air mata dan penangkapan massa. Kerusuhan tersebut menewaskan tujuh orang, termasuk satu anggota pasukan keamanan di Kota Kouhdasht. Presiden Masoud Pezeshkian mengimbau masyarakat tetap tenang dan berjanji pemerintah akan segera merespons tuntutan rakyat, termasuk dengan melakukan perubahan di jajaran ekonomi negara.